Pada tahun 2005 dokter menyatakan bahwa saya menderita kanker payudara di sebelah kiri. Saya telah melakukan komoterapi sebanyak 6x sampai akhirnya saya melakukan operasi dan payudara kiri saya dibuang. Alhamdulillah setelah operasi dan melakukan rawat jalan, dokter menyatakan saya sudah sembuh.
6 tahun berikutnya tepatnya pada tahun 2011 saya merasa ada benjolan tumbuh di bekas operasi saya dulu namun saya tidak berani cek ke dokter karena trauma dan takut di operasi lagi. Pada tahun 2021 benjolan tersebut masih ada dan saya baru sadar ternyata benjolan tersebut semakin besar. Ketika saya ukur benjolan tersebut besarnya kurang lebih 18 cm.
2 bulan kemudian saya merasa tubuh kurang sehat sehingga saya pergi ke dokter. Ketika itu saya memberanikan diri untuk menanyakan soal benjolan yang muncul di bagian bekas operasi untuk mengetahui apakah saya bisa vaksin COVID-19 dengan kondisi seperti ini. Setelah melihat kondisi saya, dokter menjadi marah karena kondisinya benjolan sudah membesar dan sudah didiamkan selama 10 tahun.
Setelah melakukan pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa kemungkinan benjolan tersebut adalah kanker yang muncul kembali sehingga dokter melakukan pemeriksaan pada bagian tubuh lain, beruntung kankernya tidak menyebar ke bagian lain. Akhirnya dokter menyarankan saya untuk menemui dokter bedah untuk tindakan lebih lanjut. Namun karena kondisi pandemi COVID-19, tindakan belum bisa dilakukan.
Sekitar 2 bulan setelah saya mengetahui bahwa kanker saya muncul kembali, saya dikenalkan dengan Ibu Zunaida (Kak Ida) yang berasal dari Bengkulu. Beliau menjelaskan tentang produk Fourmi. Pada saat itu hati saya tergerak untuk mencoba menggunakan produk Fourmi sehingga Kak Ida mengirimkan Fourmi Necklace untuk saya gunakan.
Saya mulai menggunakan Fourmi Necklace pada 13 Juli 2021. Setelah menggunakan Fourmi Necklace saya merasa tubuh menjadi lebih ringan. Padahal saya sering merasa sakit di bagian bahu dan kaki. Kadang-kadang jika ingin menapak pun telapak kaki terasa sakit. Namun setelah menggunakan Fourmi Necklace rasa sakitnya berkurang.
Setelah 2 minggu rutin menggunakan Fourmi Necklace, saya merasa ada denyutan dekat benjolan payudara yang terasa agak sakit. Makin kesini semakin terasa sakit sampai ada masanya dimana saya sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakitnya.
Saya pun selalu meng-update kondisi saya kepada Kak Ida dan beliau selalu memberikan semangat kepada saya. Itulah yang membuat saya mampu bertahan untuk tetap menggunakan Fourmi Necklace walaupun kadang saya sampai menangis karena benjolan di payudara terasa seperti hangus dan berwarna kehitaman, belum lagi rasa sakit luar biasa yang tidak bisa saya ceritakan. Namun karena saya bertekad ingin sembuh, saya tetap konsisten menggunakan Fourmi Necklace walaupun saya sering menangis menahan rasa sakit, panas, berdenyut, hingga kurang tidur karena terlalu sakit.
Setiap hari saya mengecek benjolan pada payudara apakah ada perubahan. Setelah menggunakan Fourmi Necklace selama kurang lebih 1 bulan, saya merasa ada perubahan pada benjolan. Ketika diukur, benjolan ternyata sudah mengecil sebanyak 8 cm. Saat itu rasa sakit yang saya rasakan sudah banyak berkurang.
Terima kasih Fourmi dan Fourmi Necklace telah memberikan perubahan besar kepada hidup saya.